Garnish Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat dan Jenisnya

Secara umum garnish biasa digunakan untuk mempercantik sebuah hidangan yang akan disajikan di wadah baik piring maupun gelas. Garnish sendiri bisa terbuat dari banyak bahan namun yang paling sering adalah dari buah-buahan.

Selain fungsi tersebut, sebenarnya garnish sendiri memiliki sejarah yang panjang. Karena suatu bahan bisa dikatakan sebagai garnish tentu saja harus memenuhi syarat-syarat yang ada.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas apa itu garnish dan apa saja fungsinya serta contohnya bisa Anda simak ulasan berikut!

Pengertian Garnish

Pengertian Garnish

Garnish atau hiasan adalah bahan makanan yang digunakan untuk menghias hidangan masakan. Garnish dibuat untuk menghiasi sajian makanan agar telihat menarik. Selain itu, cantiknya garnish yang dibuat juga bisa meningkatkan selera makan setiap orang.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan garnish sendiri biasanya diambil dari bahan yang bisa dikonsumsi juga. Contohnya dari bahan sayuran, buah atau kacang-kacangan. Sehingga selain menghabiskan hidangan makanan, orang juga bisa mengonsumsi garnish tersebut.

Baca juga : Topping Adalah: Pengertian, Fungsi dan Contoh yang Digunakan

Sejarah Garnish 

Melihat sejarah garnish, sebenarnya sudah ada sejak lama. Seperti di Indonesia sendiri, garnish banyak digunakan pada sesaji, terutama di daerah Bali dan Sekaten Yogyakarta. Dimana banyak menggunakan bahan sayur dan buah-buahan untuk hiasan sesajen di acara adat.

Namun jika menilik secara global, garnish sering digunakan untuk menghiasi makanan agar telihat elok dan meningkatkan nilai estetika dari hidangan itu sendiri. Selain itu, garnish bisa dikatakan bisa dijadikan lalapan disamping anda menikmati makanan utama anda.

Fungsi Garnish

Fungsi Garnish

Garnish biasanya dibuat oleh koki atau chef yang tak hanya mahir dalam memasak, tetapi juga mahir dalam seni mengukir garnish. Bahkan dalam dunia memasak, koki harus mempelajari seni menata hidangan atau plating agar memberikan tampilan makanan yang bernilai seni.

Secara spesifik, garnish memiliki beberapa fungsi dari perannya yang hadir di setiap hidangan masakan. Beberapa fungsi tersebut diantaranya :

  1. Memberikan tampilan menu makanan agar lebih menarik dalam penyajiannya.
  2. Meningkatkan selera makan bagi orang yang melihatnya.
  3. Menambah aroma yang khas sebagai penunjang rasa menu dalam hidangan.
  4. Menampilkan suatu karya seni dari koki/chef dalam pembuatan garnish yang unik.
  5. Menjadikan menu makanan lebih special.

Syarat-Syarat Garnish

Membuat garnish tentu saja tidak bisa sembarangan, untuk mendapatkan hasil yang cantik ada beberapa syarat yang harus terpenuhi diantaranya adalah :

  • Menggunakan bahan yang memiliki warna kontras
  • Menyesuaikan ukuran dan bentuk hidangan yang akan disajikan
  • Mencuci bahan garnish hingga bersih
  • Memotongnya dengan bentuk yang cantik
  • Pemberian garnish tidak boleh berlebihan

Jenis-Jenis Garnish

Jenis-Jenis Garnish

Garnish atau hiasan yang terdapat pada menu makanan biasanya pembuatannya tidak asal dibuat. Bagi seorang koki, pembuatan garnish harus disesuaikan dengan isi makanan agar tercipta keselarasan pada menu.

Perlu anda ketahui pula, bahwasanya pembuatan garnish dibedakan menjadi dua jenis. Diantaranya ada simple garnish atau hiasan sederhana dan composite garnish. Berikut penjelasannya dari masing-masing jenis garnish.

1. Simple Garnish

Simple garnish merupakan jenis garnish atau hiasan yang menggunakan satu atau lebih bahan pembuat garnish. Biasanya bahan yang digunakan untuk membuat simple garnish adalah sayuran, buah, sereal atau bahan simple lainnya yang sudah jadi.

2. Composite Garnish

Berbeda dengan simple garnish, composite garnish merupakan jenis garnish yang menggunakan bahan yang lebih banyak. Banyaknya bahan garnish yang digunakan pun sesuai dengan makanan dasar.

Pembuatan composite garnish bukan hanya sekedar hiasan di atas piring saja, tetapi juga memperhatikan perpaduan antara rasa dan aroma menu hidangan lainnya. Sehingga dalam hal ini terciptalah karya hiasan makanan yang seimbang.

Bahan-Bahan Garnish

Bahan-Bahan Garnish

Nah, apa saja sih bahan yang biasa digunakan sebagai garnish sekaligus bisa menambah value sebuah makanan karena kesan cantik yang dihadirkan. Berikut diantaranya :

1. Daun Mint

Bahan Garnish daun mint

Mungkin sudah tidak asing lagi ya. Sebuah minuman simpel yang menyegarkan seperti teh, sirup, es jeruk, dll sering kali ditambahkan daun mint diatasnya sebagai garnish untuk membuatnya lebih cantik secara visual saat disajikan.

Selain karena daun mint memiliki aroma yang kuat dan fresh, daun mint yang diletakkan diatas gelas tentu saja akan menambah selera bagi orang yang akan meminumnya.

2. Daun Pandan

Untuk minuman yang berbau santan, seperti kolak khususnya juga bisa menggunakan daun pandan untuk mempercantik tampilan. Daun pandan sangat cocok secara aroma untuk dipadu padankan dengan minuman bersantan sekaligus menambah kesan fresh saat penyajiannya.

3. Timun

Bahan Garnish Timun

Mentimun juga merupakan bahan garnish yang sangat populer. Timun ini sangat fleksibel bisa digunakan untuk mempercantik makanan ataupun minuman.

Yang membedakan secara fungsi hanya dari cara memotongnya, bagi seorang chef yang ahli timun bisa dibentuk sedemikian rupa untuk mempercantik hidangan makanan, namun untuk minuman biasanya hanya dipotong lebih simpel seperti bentuk segita dan sebagainya.

4. Tomat

Tomat ini ada yang jenis tomat cherry ataupun tomat buah yang lebih besar. Warnanya yang merah biasanya tomat ini akan dipotong tipis sebagai garnish sekaligus memberikan tambahan warna sebuah hidangan. Sama seperti timun, tomat juga bisa menambah rasa segar sebuah makanan dan cocok dimakan untuk pencuci mulut.

5. Cabai

Bahan garnish cabai

Meskipun pedas, cabai juga bisa digunakan sebagai garnish karena memiliki warna yang mencolok merah merona. Jadi potongan garnish dari cabai ini cocok digunakan untuk mempercantik hidangan nasi goreng, rendang, makanan bersantan dan lain sebagainya.

6. Irisan Lemon

Khusus untuk minuman, untuk mempercantik dan agar tampilannya lebih menarik. Anda bisa menambahkan irisan lemon diatas gelas. Lemon ini biasa digunakan sebagai garnish terutama untuk minuman dengan rasa jeruk ataupun yang memiliki rasa sedikit asam.

7. Kiwi

Bahan Garnish Kiwi

Buah kiwi ini juga cocok digunakan sebagai garnish untuk minuman yang menyegarkan. Memang ada banyak jenis buah tapi warna dan tekstur dari kiwi ini sangat berbeda dan apabila dicampurkan ke dalam minuman bisa membuat siapa saja tidak sabar untuk meminumnya.

8. Strawberry 

Garnish sejuta umat bisa dibilang adalah potongan dari buah strawberry. Bentuknya yang bagus, warnanya yang indah serta rasanya yang banyak disukai orang ini sangat cocok digunakan dalam dunia per-garnish-an.

Bisa diiris tipis, ataupun dibiarkan dalam bentuk yang utuh. Pastikan makanan ataupun minuman yang diberikan garnish dari buah ini akan menarik perhatian.

9. Daun Parsley

garnish daun parsley

Untuk memberikan tambahan pada makanan yang pucat, seringkali kita bisa menambahkan garnish daun parsley. Jadi daun ini bisa dimakan langsung dan menambah aroma pada sebuah makanan.

 10. Daun Kemangi

Masih dari bahan dedaun-an yang sering digunakan sebagai garnish makanan. Daun kemangi ini asli dari Indonesia, aromanya yang kuat kerap kali digunakan dalam sajian makanan yang pekat ataupun berminya.


Jadi itulah bahasan kita menganai apa itu garnish lengkap dengan informasi lainnya yang masih terkait. Semoga bisa bermanfaat dan Anda bisa berkreasi lebih untuk membuat garnish yang mampu menggugah selera.

Leave a Comment